Welcome to my blog!

~Great Minds talk about ideas, Average Minds talk about events, Small Minds talk about people~

Friday, July 30, 2010

Mengapa membaca Al-Quran?

Oleh: Irsyad Sidi

Tersebut kisah seorang datuk dan cucunya tinggal di tepi sungai. Mereka adalah beragama Islam. Setiap pagi datuknya membaca al-Quran dengan suaranya yang merdu mengalunkan ayat-ayat indah Al-Quran dan menyuruhnya cucunya mengaji Al-Quran. Didesak rasa ingin tahu,si cucu bertanya, “Mengapa Datuk selalu membaca Al-Quran? Menjadi rutin, setiap pagi?” Menurut si cucu, sukar untuk memahami kandungan ayat-ayat Al-Quran tersebut,walaupun setelah membaca terjemahannya. “Mengapa memaksakan diri membaca sesuatu yang tidak kita mengerti?”


Mendengar pertanyaan tersebut, si datuk terdiam. Dia tidak menjawab sebaliknya si datuk menyuruh cucunya mengambil air di sungai berdekatan rumah mereka menggunakan bakul bekas arang. Bakul tersebut hitam legam maklumlah bekas tempat arang. Walaupun tidak faham dan tidak berpuas hati kerana datuknya tidak menjawab soalannya tadi, si cucu mengikut apa yang disuruh oleh datuknya iaitu mengambil air di sungai menggunakan bakul. Tetapi setiap kali air diceduk menggunakan bakul biasalah air akan keluar dari lubang bakul yang diperbuat dari rotan tersebut. Si cucu memberitahukan hal tersebut kepada datuknya, mustahil untuk mengambil air menggunakan bakul rotan tersebut. Tetapi datuknya menyuruhnya mencuba lagi. Dengan patuh, sang cucu kembali ke sungai dan menceduk air dengan bakul tersebut. Dapat diceduk tetapi air dengan cepat keluar balik. Cucu tersebut berfikir,si cucu memutuskan untuk berlari sambil membawa bakul berisi air tersebut. Mungkin saja setibanya di rumah masih ada air yang tersisa di bakulnya.Namun begitu bakul tersebut tinggal kosong ketika si cucu sampai rumahnya. Airnya sudah keluar sepanjang perjalanannya.
 
Tidak menerima kegagalan, sang datuk tetap menyuruh si cucu untuk kembali ke sungai dan mengambil air dengan bakul rotan tersebut. Berkali-kali cucunya berlari dari sungai menuju rumahnya sambil membawa bakul berisi air tersebut. Dia cuba berlari dengan lebih laju, namun hasilnya tetap sama: air sungai tersebut tak pernah sampai ke rumahnya, ke hadapan datuknya. Termengah-mengah,si cucu akhirnya berkata pada datuknya bahawa benar-benar mustahil mengambil air dengan bakul rotan tersebut.



Mendengar pernyataan cucunya, datuknya tersenyum. Ia mengajak cucunya duduk dekat. Lalu berkata,”Begitulah cucuku. Maaf membuatmu penat. Memang tidak ada air yang sampai kesini. Tapi lihatlah, adakah perubahan yang dapat kau lihat pada bakul tersebut?” Si cucu memperhatikan bakul yang dibawanya tadi untuk pertama kali. Benarlah, ia memang tidak menyedari sebelumnya karena terlalu memikirkan cara bagaimana membawa air dengan bakul tersebut, tapi bakul yang tadinya hitam legam kerana arang tersebut sekarang sudah bersih, berwarna asli seperti rotan asalnya.
 
“Seperti itulah membaca Al-Quran,” ucap si datuk. “Mungkin masa ini kita belum faham ertinya, belum mengerti pengajarannya. Tapi tanpa kita sedari, ayat-ayat yang selalu kita lantunkan tersebut membuat hati kita bersih dari noda-noda kehidupan, dari buruknya sifat-sifat makhluk fana yang mungkin bersemayam dalam hati kita. Amalkanlah membaca Al-Quran cucuku, sebagai alat pembersih hati.” Si cucu masih terduduk lelah dengan nafas sedikit termengah-mengah, namun ia mengangguk faham. Rasa ingin tahunya dapat jawapan yang memuaskan hatinya, ia mendapat sesuatu yang berharga hari itu.

Saturday, July 24, 2010

Saham Akhirat

Dari Abu Hurairah r.a. bahawa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Apabila seorang manusia mati, putuslah (tulisan pahala) amalan (setakat itu) Kecuali tiga perkara (yang akan berlanjutan tulisan pahalanya) iaitu sedekah jariah atau ilmu memberi kepada yang faedah orang lain atau anak yang soleh yang berdoa untuknya." (Hadith Sahih - Riwayat Imam Ahmad)

Pertama "Sedekah jariah" ialah harta benda yang diwaqafkan kerana Allah Taala, seperti:

(1) Mewaqafkan sebuah kebun bersama hasil tanamannya untuk kebajikan umum. Atau mewaqafkan sebidang tanah untuk menjadi tapak masjid, surau, rumah anak yatim, madrasah, sekolah dan sebagainya.

(2) Mendirikan - atau berkhairat ala kadarnya untuk mendirikan masjid surau, rumah anak yatim, madrasah, sekolah dan sebagainya.

(3) Mendirikan rumah waqaf untuk kaum kerabat sahaja atau umum untuk orang-orang miskin yang memerlukan tempat berteduh atau untuk disewakan dan hasilnya dikhairatkan untuk kebajikan umum.

(4) Mendirikan rumah "musafir khanah" untuk persinggahan orang-orang musafir yang memerlukannya.

(5) Dan lain-lain lagi yang termasuk dalam amalan yang diredhai Allah seperti mendirikan hospital dan kutub khanah, mencetak al-Qur'an dan kitab-kitab Islam serta buka-buka pengetahuan yang berguna dan sebagainya.

Amalan "waqaf" dalam Islam ini telah bermula semenjak zaman Rasulullah s.a.w. dan telah berkembang di negara-negara Islam hingga hari ini dan seterusnya, malah ada yang datang membentuk "Kementerian Waqaf di negara masing-masing.

Selagi harta benda yang diwaqafkan itu masih wujud dan dinikmati faedahnya olah umum maka tuan punya harta itu akan mendapat pahalanya berterusan semasa ia hidup dan sesudah ia mati.

Kedua: "Ilmu yang berguna atau bermanfaat kepada orang lain," yang tersebut dalam hadith ini ialah ilmu yang berhubung dengan agama Islam secara khusus dan juga yang berhubung dengan kemajuan di dunia secara umum, sama ada melalui syarahannya kepada murid-muridnya dan orang ramai, atau melalui kitab-kitab dan buku-buku karangannya. Selagi ilmu yang diajarkannya atau kitab-kitab dan buku-buku karangannya masih wujud dan dinikmati faedahnya oleh umum maka ia akan mendapat pahalanya berterusan semasa ia hidup dan sesudah ia mati.

Ketiga: "Anaknya yang soleh yang berdoa untuknya"
Doa anak kepada kedua ibu bapanya, sama ada anak itu orang yang soleh atau sebaliknya adalah baik dan berguna. Tetapi doa anak yang soleh lebih diharap tentang makbulnya.

Sebab itulah Rasulullah s.a.w. menarik perhatian tentang kelebihan anak yang soleh dalam hadithnya ini, supaya ibu bapa mendidik anak-anak masing-masing dengan sebaik-baiknya sehingga anak itu menjadi orang yang berjaya di dunia dan berjaya di akhirat. Serentak dengan itu kedua ibu bapa akan mendapat rahmat disebabkan usahanya mendidik anak-anaknya dengan sebaik-baiknya dan mendapat rahmat pula disebabkan doa anaknya yang soleh itu.

Sumber: virtualfriends.net

Wednesday, July 21, 2010

Nisfu Sya’ban

Sumber: Nahdlatul Ulama

Nisfu Sya’ban

Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam penanggalan Hijriyah. Keistimewaan bulan ini terletak pada pertengahannya yang biasanya disebut sebagai Nishfu Sya'ban. Secara harfiyah istilah Nisfu Sya’ban berarti hari atau malam pertengahan bulan Sya'ban atau tanggal 15 Sya'ban.

Kaum Muslimin meyakini bahwa pada malam ini, dua malaikat pencatat amalan keseharian manusia, yakni Raqib dan Atid, menyerahkan catatan amalan manusia kepada Allah SWT, dan pada malam itu pula buku catatan-catatan amal yang digunakan setiap tahun diganti dengan yang baru.

Imam Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Sya'ban sebagai malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan). Menurut al-Ghazali, pada malam ke-13 bulan Sya'ban Allah SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambanya. Sedangkan pada malam ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh. Dengan demikian, pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Maka pada malam ke-15 bulan Sya’ban inilah, catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dinaikkan ke hadapan Allah SWT.

Para ulama menyatakan bahwa Nisfu Sya'ban juga dinamakan sebagai malam pengampunan atau malam maghfirah, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada hamba-Nya yang saleh.

Dengan demikian, kita sebagai umat Islam semestinya tidak melupakan begitu saja, bahwa bulan sya’ban adalah bulan yang mulia. Sesungguhnya bulan Sya'ban merupakan bulan persiapan untuk memasuki bulan suci Ramadhan. Dari sini, umat Islam dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya dengan mempertebal keimanan dan memanjatkan doa dengan penuh kekhusyukan.

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya,(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya,seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yg diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (Surah Qaaf, 50:16-18)

Thursday, July 8, 2010

Keajaiban Kejadian Manusia

ALAM RAHIM (Alam kandungan)

Marilah kita sama-sama perhatikan kebesaran ciptaan Allah, bagaimana kejadian manusia pada Alam Rahim. Terdapat banyak ayat Al-Qur'an berhubung dengan Alam Rahim yang difirmankan oleh Allah diantaranya seperti berikut:- Dalam surah Al-Mursalaat, juz keduapuluh sembilan, ayat 20 hingga 23 Allah Ta'ala berfirman.

Yang bermaksud: Bukankah kami telah menciptakan kamu dari air (benih) yang sedikit (hina) dipandang orang. Lalu Kami jadikan air (benih) itu pada tempat penetapan yang kukuh (rahim ibu). Serta Kami tentukan keadaanya, maka Kamilah sebaik-baik yang berkuasa menentukan dan melakukan tiap-tiap sesuatu. Dalam surah Al-Mu'minun,juz kelapan belas ayat 12, 13 & 14, Allah Ta'ala berfirman.

Yang bermaksud : Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari pati yang berasal dari tanah. (Pati yang berasal dari tanah, ialah pati makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan tanaman yang tumbuh di bumi).Kemudian Kami jadikan pati itu setitis air benih (air mani), pada tempat penetapan yang kukuh. Kemudian Kami ciptakan air benih itu menjadi sebuku darah beku lalu Kami ciptakan darah beku itu menjadi seketul daging, kemudian Kami ciptakan daging itu menjadi beberapa ketul daging, kemudian Kami ciptakan daging itu menjadi beberapa tulang, kemudian Kami balut tulang-tulang itu dengan daging. Setelah sempurna kejadian itu Kami bentuk ia menjadi makhluk yang lain sifat keadaannya (keadaannya yang asal serta ditiupkan roh padanya). Maka nyatalah kelebihan dan ketinggian Allah sebaik baik Pencipta.

Dalam surah Al-'Imran, juz ketiga ayat 6, Allah Ta'ala berfirman.
Yang bermaksud: Dia lah yang membentuk rupa kamu dalam rahim (ibu kamu) sebagaimana yang dikehendakiNya. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

Dalam surah Yaasin, juz keduapuluh tiga ayat 77, Allah Ta'ala berfirman.
Yang bermaksud: Tidakkah manusia itu melihat dan mengetahui, bahawa Kami telah menciptakan dia dari (setitis) air benih? Dalam pada itu (setelah Kami sempurnakan kejadiannya dan tenaga kekuatannya) maka dengan tidak semena-mena menjadilah ia seorang pembantah yang terang jelas bantahannya (mengenai kekuasaan Kami menghidupkan semula orang-orang yang mati),

Dalam surah As-Sajdah, juz keduapuluh satu ayat 7, 8 & 9, Allah Ta'ala berfirman.
Yang bermaksud: Yang demikian sifatnya ialah Tuhan yang mengetahui perkara-perkara yang ghaib dan yang nyata; Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani; Yang menciptakan tiap-tiap sesuatu dengan sebaik-baiknya (dengan sebaik-baik ciptaan yang cantik dan elok mencipta manusia) dan dimulakan kejadian manusia berasal dari tanah liat (Thin). Kemudian ia jadikan keterunan-keterunan manusia itu dari sejenis pati iaitu dari air yang hina (air mani) yang sedikit dipandang orang. Kemudian ia menyempurnakan kejadiannya, serta meniupkan padanya Roh ciptaanNya dan ia mengurniakan kepada kamu pendengaran serta hati (akal fikiran), supaya kamu bersyukur, tetapi amatlah sedikit kamu bersyukur.

Dalam surah Al-Hajj ayat 5, Allah Ta'ala berfirman.
Yang bermaksud: Dan Dia lah yang mencipta kamu dari diri yang satu (Adam), maka (bagi kamu) disediakan tempat tetap (dalam tulang sulbi bapa kamu atau di bumi), dan tempat simpanan (dalam rahim ibu atau dalam kubur). Sesungguhnya Kami telah jelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) satu persatu bagi orang-orang yang mengerti (secara mendalam).

Dalam surah Al-Hajj ayat 5, Allah Ta'ala berfirman.
Yang bermaksud: Wahai umat manusia, sekiranya kamu menaruh syak (ragu-ragu) tentang kebangkitan makhluk (hidup semula pada hari kiamat), maka (perhatilah kepada tingkatan kejadian manusia) kerana sebenarnya Kami telah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setitik air benih, kemudian dari sebuku darah beku, kemudian dari seketul daging yang disempurnakan kejadiannya dan yang tidak disempurnakan; (Kami jadikan secara yang demikian) kerana Kami hendak menerangkan kepada kamu (kekuasaan Kami); dan Kami pula menetapkan dalam kandungan rahim (ibu yang mengandung itu) apa yang Kami rancangkan hingga ke suatu masa yang ditentukan lahirnya; kemudian Kami mengeluarkan kamu berupa kanak-kanak; kemudian (kamu dipelihara) hingga sampai ke peringkat umur dewasa; dan (dalam pada itu) ada di antara kamu yang dimatikan (semasa kecil atau semasa dewasa) dan ada pula yang dilanjutkan umurnya ke peringkat tua nyanyuk sehingga ia tidak mengetahui lagi akan sesuatu yang telah diketahuinya dahulu. Dan (ingatlah satu bukti lagi); Engkau melihat bumi itu kering, kemudian apabila Kami menurunkan hujan menimpanya, bergeraklah tanahnya (dengan tumbuh-tumbuhan yang merecup tumbuh), dan gembur membusutlah ia, serta ia pula menumbuhkan berjenis-jenis tanaman yang indah permai.

Hadis Rasulullah s.a.w. Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya: Secara marfuk Baginda s.a.w bersabda: Allah s.w.t mengutuskan Malaikat ke dalam rahim. Malaikat berkata: Wahai Tuhan! Ia masih berupa air mani. Setelah beberapa ketika Malaikat berkata lagi: Wahai Tuhan! Ia sudah berupa darah beku. Begitu juga setelah berlalu empat puluh hari Malaikat berkata lagi: Wahai Tuhan! Ia sudah berupa seketul daging. Apabila Allah s.w.t membuat keputusan untuk menciptakannya menjadi manusia, maka Malaikat berkata: Wahai Tuhan! Orang ini akan diciptakan lelaki atau perempuan? Celaka atau bahagia? Bagaimana rezekinya? Serta bagaimana pula ajalnya? Segala-galanya dicatit semasa dalam perut ibunya lagi .

Dengan ayat-ayat dan hadis diatas yakinlah Allah itu Maha Pencipta.

Menurut Profesor Moore untuk mengkaji ayat-ayat Al-Quran dan hadis-hadis Nabi, beliau berasa takjub. Beliau berasa pelik bagaimana Nabi Muhammad , pada empatbelas kurun yang lalu, mampu menerangkan mengenai embrio dan tahap-tahap perkembangannya dengan terperinci dan tepat sekali sedangkan ianya hanya ditemui oleh ahli sains sejak tiga puluh tahun lalu sahaja. Ketakjuban beliau bertukar menjadi penghormatan terhadap ayat-ayat tersebut. Beliau memberikan pandangan ini kepada rakan-rakan intelek dan kelompok saintifiknya. Malahan beliau memberikan syarahan di atas topik keserasian di antara kajian embrio moden dengan Al-Quran dan Sunnah dimana beliau berkata:

"Saya berbesar hati untuk membantu menerangkan kenyataan-kenyataan dari Al-Quran mengenai kejadian manusia. Jelas bagi saya bahawa kenyataan-kenyataan ini diberikan kepada Muhammad dari Allah , atau Tuhan, oleh kerana kesemua ilmu-ilmu ini tidak ditemui sehingga beberapa kurun selepas beliau. Ini membuktikan kepada saya Muhammad ialah seorang Rasul Allah ."

Lazimnya, sesudah memikirkan segala kejadian alam semesta dan keagungan Allah yang menciptakannya, akhirnya kita akan kembali memikirkan kejadian diri kita sendiri. Kita tercipta daripada ibu bapa kita dan sekiranya ibu bapa tiada atau salah seorangnya tiada, tentu sahaja kita tidak mungkin dilahirkan ke dunia ini.

Cuba kita renung dan fikirkan, bagaimana kiranya kita tidak ada, tidak pernah ada, tidak tertulis di Loh Mahfuz atau tidak pernah dilahirkan ke dunia. Jika tidak mencipta kita sudah pasti kita tidak ada. Jika kita tidak ada, sudah tentu kita tidak mengetahui adanya alam semesta yang luas ini. Tentu kita tidak kenal matahari dan bulan, tidak kenal manisnya gula, lazatnya makanan dan hidangan. Kita juga tentunya tidak dapat merasakan indahnya rasa kasih sayang, cinta dan tentunya saat-saat bahagia tidak mungkin kita rasai.

Syukur, alhamdulillah, kini kita telah ada dan wujud. Kita sudah dapat menyaksikan keindahan alam maya, dapat melihat pelbagai warna dan pemandangan, melihat sang suria, bulan dan bintang-bintang yang menghiasai segala ruang angkasa. Kita sudah dapat menikmati pelbagai makanan dan hidangan yang lazat dan enak. Kita juga telah dapat merasai betapa indahnya belaian kasih sayang, cinta dan saat-saat kebahagiaan. Seterusnya kita dapat mengenali siapa pencipta kepada semuanya ini termasuk alam yang maha luas ini. Lalu kita dapat menikmati kasih dan sayang-Nya serta bernaung di bawah lindungan dan rahmat-Nya. Inilah sebenarnya nikmat terbesar yang telah Allah kurniakan kepada kita. Kita seharusnya menggandakan rasa kesyukuran dan berterima kasih kepada Allah kerana bukan sahaja telah menjadikan kita, bahkan telah memilih kita menjadi umat-nya yang beriman dan diberikan petunjuk dan hidayah-Nya. Sehingga kita dapat mengenali Pencipta kepada alam semesta ini yang begitu indah dan teliti sekali.

http://scienceandislam.tripod.com/imej/keajaiban_kejadian_manusia.htm

Monday, July 5, 2010

GURAUAN HUKUM & MAKSIAT SAMBIL BERTUDUNG

Oleh: Ust Zaharuddin Abd Rahman
http://www.zaharuddin.net/content/view/459/99/

"Tak pe ustaz kan, pandangan pertama tak berdosakan, cuma kami pandang lama je la ?" tanya seorang pemuda berumur 35 tahun kepada saya sambil tersenyum-senyum selepas dia merenung wanita berskirt di hadapannya. Ia adalah satu perkara yang amat menyedihkan, ia sebenarnya hasil dari sikap sebahagian umat Islam hari ini mengambil ringan tentang hukum Islam. Ia menjadi lebih bahaya apabila disebabkan kejahilannya menjadikan hukum sebagai bahan gurauan
.
Berkenaan larangan melihat kali kedua kepada aurat ini diriwayat dalam beberapa buah hadith, antaranya hadith : "Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata: Saya bertanya kepada Rasulullah s.a. w. tentang melihat (aurat wanita) secara tiba-tiba tanpa sengaja. Maka jawab Nabi: Palingkanlah pandanganmu itu!" (Riwayat Ahmad, Muslim, Abu Daud dan Tarmizi) - Iaitu, Jangan kamu ulangi melihat untuk kedua kalinya.

Demikian juga kata Baginda SAW kepada Ali KW :

لا تتبع النظرة النظرة , فإنما لك الأولى وليست لك الآخرة

Ertinya : "Jangan kamu ikuti satu pandangan dengan pandangan yang lain, kerana yang pertama bagimu ( diampunkan) dan tidak bagi yang kedua" ( Riwayat Ahmad, Abu Daud, Albani : Hasan)

ARTIS & LAWAK HUKUM

Lebih teruk lagi terdapat artis Malaysia yang sanggup menggunakan lafaz-lafaz Islam seperti ‘MashaAllah' dan ‘InshaAllah' serta ‘Allahu Akbar' dalam lakonan lawak mereka sambil sengaja disebut dalam bentuk yang melucukan. Ini amat jelas memperlawakkan lafaz mulia Islam, ia amat kerap dilakukan oleh satu kumpulan pelawak Malaysia yang terkenal. Moga mereka diberikan hidayah oleh Allah SWT.

Demikian juga dengan ucapan alhamdulillah bagi seorang artis yang berpakaian separuh bogel dikhalayak umum apabila berjaya meraih sesuatu anugerah di media. Atas nama seni dirasakan tindakannya halal. Pada hakikatnya jika lakonannya itu penuh dengan adegan ‘peluk sana sini' dan ‘dedah sana sini', maka di ketika itu ia bukanlah lagi sebuah seni mulia yang diiktiraf Islam. Ia adalah seni ‘fasad' yang berdosa dan tidak layak diraikan dengan ungkapan mulia Islam.

Ketika itu, kemenangan mereka di atas pentas dan melafazkan ucapan sedemikian adalah satu bentuk mempermainkan hukum dan lafaz Islam di tempat yang tidak sewajarnya. Seolah-olah seorang yang ingin merompak membaca 'Bismilah' ketika memulakan rompakannya dan mengucapkan ‘Alhamdulillah' apabila berjaya terlepas dari kejaran polis, atau menyebut ‘Alhamdulillah' di dalam tandas, atau seperti seorang peminum arak mengucapkan "alhamdulillah" apabila menyelesaikan minumannya.

Menurut kaedahnya, semua ini menambahkan lagi dosa si pelaku terbabit disebabkan wujud unsur penghinaan samada secara langsung atau tidak langsung kepada hukum serta lafaz mulia Islam. Walaupun mereka tidak langsung berniat untuk menghina lafaz mulia itu.

Apabila ia adalah sebuah hukum atau ucapan zikrullah, maka adalah tidak harus sama sekali sesiapa juga mempermainkan atau menyebutnya di tempat yang tidak sewajarnya. Nabi SAW bersabda :-

ان العبد ليتكلم بالكلمة ما يتبين فيها يزلّ بها إلى النار أبعد مما بين المشرق والمغرب

Ertinya : " Sesungguhnya seorang hamba yang bercakap sesuatu kalimah atau ayat tanpa mengetahui implikasi dan hukum percakapannya, maka kalimah itu boleh mencampakkannya di dalam Neraka sejauh antara timur dan barat" ( Riwayat Al-Bukhari dengan Fathul Bari, Bab Hifdz Lisan, 11/376 , no 6477)
Imam Ibn Hajar Al-Asqolani menegaskan bahawa erti hadith ini adalah seorang yang bercakap tanpa jelas maksud ayatnya sehingga menjadikan ia boleh membawa maksud yang pelbagai sehingga sebahagiannya boleh mencarikkan sesuatu hukum. (Fath Al-Bari, 11/376)

HINA ISLAM, BERTUDUNG & MAKSIAT

"Amat memalukan la ustaz, saya baru jumpa satu video yang tunjukkan pasangan melayu ditangkap di tasik-tasik dan tempat awam tengah bercumbuan, apa pandangan ustaz, hampir 95 % darinya bertudung jenis tak sempurna tu ustaz, ustaz tau tak?" tanya seorang pendengar kuliah saya sejurus selepas kuliah saya berkenaan aurat.

Kemudian selang beberapa hari, pemuda ini menghantar email kepada saya beserta satu petikan video yang dimaksudkan. La Hawla Wala Quwwata Illa Billah..wa Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun..memang amat mendukacitakan. Pemuda itu juga menulis seperti 'kepeningan' dan 'kebingungan' dengan persekitaran ini dengan katanya "Boleh tak agaknya saya buat kesimpulan bahawa hampir semua wanita yang bertudung pendek atau fesyen, dengan kain belah atau baju sempit atau baju kurung biasa, semua ni jenis yang 'murah' dan boleh diajak seks bebas dengan mudah hari ni, apa pandangan ustaz?" Mengurut dada saya mendengar kesimpulan pemuda berpakaian kemas dan bekerjaya profesional ini. Sudah tentu amat marah para wanita dengan kesimpulan si pemuda ini.

"Saya hanya masih percaya dengan wanita yang berjubah dan bertudung labuh sahaja sekarang ini ustaz, harapnya mereka dapat pertahan maruah dan kesucian mereka serta tak jadi macam si pemakai tudung pendek yang terbukti tiada banyak beza dengan free hair" katanya lagi dengan tegas.

Selepas pemuda ini mengutarakan pendiriannya barulah saya memberikan penjelasan panjang lebar. Bagaimanapun saya belum berhasrat menyebutnya di ruangan ini, cukuplah saya dedahkan betapa kecewanya pemuda profesional ini dengan apa yang berlaku di hadapan matanya.

KESIMPULAN

Kesimpulannya, wahai wanita bertudung kembalikan maruah anda dengan tutupan aurat yang sebenarnya, akhlak wanita Islam yang sebenarnya, janganlah merosakkan imej Islam itu dengan maksiat yang amat dimurkai Allah SWT. Sesungguhnya kenikmatan duniawi amat amat sementara, carilah kenikmatan akhirat yang kekal abadi.

Dari sudut hukum pula, hal wanita bertudung yang melakukan maksiat, dosanya sudah tentu lebih hebat dari wanita yang tidak bertudung yang melakukan maksiat. Hal ini boleh difahami dari ayat seperti :-

ينساء النبي لستنّ من يأت منكنّ بفاحشة مبينة يضاعف لها العذاب ضعفين

Ertinya : Wahai isteri-isteri Nabi, barangsiapa di antaramu yang melakukan maksiat dengan jelas, maka di gandakan azab buatmu dua kali ganda" ( Al-Ahzab : 59 )

Memang benar ayat ini ditujukan khas buat isteri-isteri Nabi SAW disebabkan kemulian dan kedudukan mereka yang sangat mulia, bagaimanapun ayat ini sebenarnya menggariskan bahawa setiap kali bergandanya kemuliaan, maka bergandalah dosanya (jika melakukan maksiat), demikian hukuman ke atas wanita bebas lebih berat dari wanita hamba sahaya di zaman silam. Dikatakan sebabnya adalah kerana bertambahnya mudarat dan penghinaan kepada Nabi SAW (Al-Jami' Li Ahkam AL-Quran ; AL-Qurtubi, 14/ 114 dengan sedikit pindaan )

Demikian jualah bagi wanita bertudung yang telah menaik tarafkan kedudukannya dengan kemuliaan Islam, tetapi kemudiannya melakukan maksiat. Maka jika bersandarkan kaedah di atas, jelaslah dosa mereka bertambah besar kerana maksiat itu sendiri dan merosakkan imej Islam secara jelas. Bertawbatlah. Demikian juga halnya maksiat (termasuk pelaburan internet yang disepakati haram secara sepakat ulama dunia dan Malaysia) yang dilakukan oleh seorang ustaz yang jauh lebih besar dosanya dari dosa oleh lelaki biasa di sebabkan imej dan kedudukan yang dibawanya.


Sunday, July 4, 2010

Indahnya FIFA andai tahu menilai...

By Brother Mujahid at Sunday, July 04, 2010



Assalamualaikum wbt,
Alhamdulillah wa syukrulillah.. kenikmatan islam terus terasa, Kehebatan Islam terus dipersembahkan di padang dunia, Menjadi lambang keagungan, keadilan, kehebatan Sang Pencipta..

Anda minat bola? Laghah?!! Sabar.. anda lihat, anda nilai, anda tentukan. Menjadi kegilaan ketika ini dengan ‘demam bola sepak’. Memang tidak dapat disangkal, peminatnya bukan sahaja warga muda, malah yang tua dan budak hingusan pun pasti melayan. Kalau di tempat saya, daripada sebesar warung sehingga sekecil-kecil warung masing-masing sibuk pasang skrin besar untuk attract lebih ramai customer. Hahaha.. Masing-masing datang dengan dengan berpakaian lengkap jersi dan mindset bahawa pasukan pilihan mereka akan menang, dan sekiranya kalah.. menjadi ketidakpuashatian pasti meletus(betul ke ayat ni). Buat masa ini anda sokong mana? Masih istiqamah dengan pilihan pasukan yang telah kalah? Bukan persoalan ini menjadi titik utama penulisan saya sebenarnya.

Berfikir sejenak, Australia, England dan Argentina merupakan beberapa buah Negara yang mempunyai barisan pemain bola sepak antarabangsa yang hebat, tetapi apa perkaitan dengan ketiga-tiga Negara ini? Kalau anda minat Jerman, persoalan pasti terjawab. Sudah pasti mereka merupakan pasukan yang telah tersingkir buat masa ini serta telah dikalahkan oleh Jerman. Sabar, bukan bermaksud saya mengeluarkan statement ini maka saya fanatik pasukan itu. Mari taaruf pemain yang sibuk dibual kini, Mesut Ozil, player Jerman yang kini disebut-sebut namanya merupakan seorang anak muda keturunan Turki yang sangat berbakat dalam permainan sepak bola. Beliau baru berumur 21 tahun tetapi mempunyai bakat yang besar. Tetapi apa lagi besar? Adakah bakat semata-mata? Sudah tentu kekuasaan Allah SAW. Allah yang mencipta manusia, memberi bakat semulajadi, serta menggerakkan hati dan memberi hidayah.

Siapa sebenarnya Ozil? Kita taaruf lagi.. Pada tahun lalu, Ozil telah membantu menjulang Jerman apabila menjaringkan satu gol dan memberi lorongan untuk dua gol lain perlawanan akhir Kejohanan Bawah 21 UEFA, menewaskan England yang dibimbing, Stuart Pearce, 4-0. Ozil juga mewakili skuad B17, B19 dan B21 Jerman. Piala Dunia 2010 sekali lagi menyaksikan kehebatan Ozil apabila meranapkan impian England untuk memasuki pusingan suku akhir. Walaupun, bersedih menerima berita buruk mengenai kematian nenek tersayang di Hospital Bandar Bolu, Turki, beberapa hari sebelum perlawanan menentang England, ia tidak menjadi penghalang bagi anak muda itu melakar aksi cemerlang. Dengan gerakan-gerakan menarik dan larian pantas pertahanan skuad bimbingan Fabio Capello tidak dapat menandingi keupayaan Ozil. England terpaksa akur dengan kepantasan skuad muda Jerman apabila tewas 4-1 sekali gus menyaksikan mereka sekali lagi berputih mata meneruskan perjuangan dalam Piala Dunia kali ini. Kemudian, kemenangan keatas Argentina pada pusingan suku akhir sekali gus mencerahkan peluang menjulang Piala Dunia 2010. Ketangkasan Ozil telah menarik perhatian kelab ternama dunia untuk menyarungkan jersi mereka seperti Barcelona, Arsenal, Manchester United, Manchester City, Chelsea, Aston Villa dan banyak lagi.

Dan apakah yang hebat lagi tentang Ozil?? Ternyata dia ISLAM!!! Dalam setiap sebelum perlawanan bermula, Ozil akan mengisi masanya dengan membaca kitab suci Al-Quran. Oh, indah bukan? Allahuakhbar. Kadang-kadang kita terlepas pandang bahawa terdapat ramai lagi pemain-pemain bola sepak yang hebat dan beragama islam. Sifat terpujinya kita boleh ambil, kemenangan di dunia bersifat sementara, sedangkan kemenangan yang hakiki ialah apabila tiba di akhirat kelak.

Ibrahim Afellay menjadi salah satu pemain yang dianggap berbakat dalam pasukan Belanda. Permainannya telah matang bersama PSV Eindhoven, bahkan mendapatkan penghargaan Eredivisie sebagai pemain terbaik 2007/08. Ibrahim Afellay terpilih sebagai "Moslim van het jaar" atau Muslim Tauladan di Belanda.

Sulley Muntari merupakan muslim yang taat,dia tetap menjalankan puasa saat kompetisi seria-A berlangsung. Setelah dia mencetak gol ke gawang, Sulley Muntari segera sujud sebagai wujud rasa syukur; hal ini membuat banyak muslim Italia memujinya. Begitu juga ketika dia melakukan selebrasi dengan membuat huruf “C” di jarinya. Ada yang mengatakan itu inisial pacarnya, ada juga yang menyebutnya sebagai simbol bulan sabit yang identik dengan Islam. Henry kerap mendorong agar setiap orang membaca al-Quran dan membaca lebih banyak lagi tentang agama Islam agar lebih mengenal agama.

Salah satu Muslim di Skuad Jerman ini adalah warga keturunan Tunisia. Franck Ribery memeluk Islam setelah bermain di klub asal Turki, Galatasaray, pada 2005.Sebelum masuk padang, dia selalu berdoa. Isterinya seorang muslimah dan memiliki dua orang puteri, Hiziya dan Shahin. Ia pernah mengatakan, “Islamlah yang memberikan saya kekuatan dalam dan luar padang”.

Sahabat, mereka adalah antara pemain hebat yang telah masuk islam dan sebenarnya masih ramai lagi seperti Nicholas Anelka, Nasri, Zinadine Zidane dan lain-lain. Mengapa tidak kita mencontohi mereka? menjadikan Agama Islam sebagai pasak dalam hati untuk saling mendambakan keredhaan Allah. Terus bersama saya? Aiwa!

Thursday, July 1, 2010

Tahajjud Cinta...♥¸.•*۰۪۪۫۫♥۰*•.¸♥

♥¸.•*۰۪۪۫۫♥۰*•.¸♥♥¸.•*۰۪۪۫۫♥۰*•.¸♥
Kau datang ketika duka
dan bintang bercahya
tunjukku ke jalan syurga

Ku haus di tengah laut
lemas mencari tempat berpaut
kirimkan aku kekuatan
serta pedoman di kesesatan

Ku sunyi dalam gembira
perih pedih tanggung derita
sungguh aku bukan wali
yang suci dari hina dan benci

Kau datang ketika duka
dan bintang bercahya
tunjukku ke jalan syurga

Terlalu lama aku mencuba
terlalu banyak
cinta yang ku damba
tiada yang sempurna
hanyalah fana

Tuhan, ampuni hamba-Mu
Kau datang ketika duka
dan bintang bercahya
tunjukku ke jalan syurga

Ku rebah di dada malam
memecah dendam yang lama diam
ku tanggalkan baju dunia
dakapku dengan selimut syurga

ya Tuhanku hanya padamu
tempat mengadu segala rindu
limpahi ku rahmat kasihmu
dalam tahajjud cinta bersujud
♥¸.•*۰۪۪۫۫♥۰*•.¸♥♥¸.•*۰۪۪۫۫♥۰*•.¸♥